CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon menerima kunjungan peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III Tahun 2026 dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, di Ruang Prabayaksa Gedung Setda Kota Cirebon , Senin (14/9/2026). Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Cirebon Iing Daiman, didampingi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno.
Kehadiran peserta studi lapangan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran kepemimpinan bagi pejabat administrator, khususnya dalam melihat secara langsung praktik tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, hingga pengelolaan program pembangunan yang diterapkan di daerah.
Sekda menyambut baik kepercayaan BPSDM Provinsi Jawa Barat yang menjadikan Kota Cirebon sebagai salah satu lokus studi lapangan. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman dan memperkuat kolaborasi antarpemerintah daerah.

"Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat yang telah memilih Kota Cirebon sebagai lokus studi lapangan,” ujar Sekda.
Ia berharap, selama berada di Kota Cirebon, para peserta dapat menggali berbagai pengalaman, inovasi maupun tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Saya berharap kunjungan ini menjadi jembatan silaturahmi sekaligus ruang kolaborasi untuk saling berbagi inovasi demi kemajuan tata kelola birokrasi," katanya.
Menurut Sekda, tantangan kepemimpinan administrator saat ini juga semakin kompleks. Birokrasi dituntut tidak hanya mampu menjalankan rutinitas, tetapi harus memiliki kemampuan membaca perubahan dan menghadirkan terobosan yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Salah satu perubahan besar yang tengah dihadapi pemerintah daerah adalah transformasi digital. Namun, transformasi tersebut, kata Sekda, tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi. Pemanfaatan teknologi harus dibarengi dengan tata kelola data yang baik agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berdasarkan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
"Visi yang baik dan terukur tidak akan terimplementasi secara optimal apabila tidak ditransformasikan ke dalam rumusan kebijakan yang presisi dan akuntabel. Di titik inilah urgensi tata kelola data menjadi penting. Validitas data adalah fondasi utama bagi terwujudnya kebijakan berbasis bukti," jelasnya.
Pemkot Cirebon, lanjut Sekda, terus mengembangkan pemanfaatan data melalui berbagai inovasi yang dikoordinasikan antara lain oleh Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS). Beberapa di antaranya adalah Cirebon Satu Data, Cirebon Siaga 112, dan Satu Peta atau One Map Kota Cirebon.

Sekda menegaskan, berbagai sistem tersebut bukan sekadar bagian dari pemenuhan konsep smart city, tetapi diarahkan untuk membantu pemerintah mengambil keputusan yang lebih tepat.
"Ketiga sistem ini adalah kompas kami menuju pengambilan keputusan yang sepenuhnya berbasis data. Kami berupaya meminimalisasi tumpang tindih anggaran, memastikan setiap rupiah yang dialokasikan memiliki napas keadilan, dan memastikan tidak ada warga yang luput dari intervensi program pembangunan," ungkapnya.
Penguatan tata kelola berbasis data juga memiliki kaitan erat dengan upaya Pemkot Cirebon menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP), pemerintah daerah terus mendorong pemberdayaan koperasi dan UMKM agar mampu berkembang di tengah perubahan pola ekonomi dan perdagangan.

Menurut Sekda, penggunaan teknologi pada sektor UMKM tidak semata-mata diarahkan agar pelaku usaha mampu menembus pasar yang lebih luas. Lebih dari itu, teknologi diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat.
"Sentuhan teknologi pada sektor ini bukan sekadar untuk mengejar kemampuan bersaing di pasar global. Lebih esensial dari itu, teknologi adalah alat bantu untuk merawat ketahanan ekonomi warga kita," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris BPSDM Provinsi Jawa Barat Yudi Kuncoro yang mewakili Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cirebon atas penerimaan dan fasilitasi yang diberikan kepada rombongan peserta studi lapangan.

Ia menjelaskan, studi lapangan manajemen kinerja merupakan bagian penting dalam agenda aktualisasi kepemimpinan kinerja. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari konsep secara teoritis, tetapi juga melihat langsung bagaimana inovasi dan kepemimpinan diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
"Studi lapangan menjadi sarana pembelajaran transformatif bagi peserta untuk membandingkan teori kepemimpinan dengan praktik nyata atau best practice di lapangan, melakukan identifikasi keberhasilan inovasi, serta memetik pelajaran atau lesson learned yang relevan untuk diadaptasi di unit kerja masing-masing," jelasnya.
Menurut Yudi, Pemerintah Kota Cirebon dipilih sebagai lokus karena memiliki rekam jejak, komitmen kepemimpinan serta sejumlah inovasi yang dinilai relevan dengan materi pembelajaran PKA. Hal tersebut antara lain berkaitan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik serta tata kelola sektor ekonomi kreatif, perdagangan, ketahanan pangan dan perikanan.

Selama studi lapangan, peserta akan melakukan pendalaman terhadap berbagai aspek inovasi dan kinerja, mulai dari profil inovasi, penerima manfaat, dampak dan capaian, kepemimpinan, tata kelola penganggaran dan evaluasi, hingga pola kemitraan serta kolaborasi lintas sektor.
"Harapannya, hasil studi lapangan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses evaluasi pembelajaran peserta, tetapi juga dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan rekomendasi positif bagi peningkatan kinerja perangkat daerah di Kota Cirebon," tutur Yudi.
Studi lapangan tersebut diikuti 40 peserta yang berasal dari berbagai instansi, yakni enam orang dari Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, satu orang dari kementerian, empat orang dari Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, serta 29 orang dari pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Barat.
Yudi pun mengajak seluruh peserta untuk tidak sekadar melihat keberhasilan yang telah dicapai Pemkot Cirebon, tetapi juga mencermati proses, tantangan dan berbagai persoalan yang masih dihadapi.
"Jangan sungkan untuk mempelajari hambatan kultural maupun struktural birokrasi. Karena sering kali, pelajaran kepemimpinan yang paling utuh justru lahir dari bagaimana kita mengurai kebuntuan, mengelola kegagalan, dan mengubahnya menjadi inovasi,” pungkasnya.
Dokumentasi : Beni Agus Pratama
Pengolah Informasi : Dede Sofyan Hadi
Narahubung: Admin Prokompim (082120387359)
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kota Cirebon
Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124
Instagram: @prokompimkotacirebon