CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon terus memperkuat percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor dan intervensi yang lebih terarah. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2026 di Bapperida Kota Cirebon, Kamis (13/8/2026).
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas, sekaligus sejalan dengan arah kebijakan nasional.
"Sesuai program prioritas Bapak Presiden Prabowo dalam strategi nasional, penanganan stunting menjadi perhatian penting untuk menyiapkan generasi yang akan datang, sehingga ke depan kita dapat menuju zero stunting,” ujarnya.

Pada semester I 2026, angka stunting di Kota Cirebon tercatat sebesar 14,13 persen. Capaian tersebut masih berada di atas target yang ditetapkan, sehingga diperlukan penguatan langkah bersama untuk menekan angka stunting menjadi 13,05 persen pada 2026, menuju target jangka panjang zero stunting pada 2030.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Sutikno menyampaikan, stunting tidak hanya berkaitan dengan tumbuh kembang anak setelah lahir, tetapi perlu dicegah sejak remaja, masa kehamilan, hingga anak memasuki 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
“Stunting ini bisa dicegah. Karena itu, 1.000 hari pertama harus benar-benar dijaga dan masyarakat perlu terus mendapatkan edukasi serta pelayanan yang sesuai,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat sejumlah intervensi yang perlu diperkuat melalui kolaborasi dan akselerasi lintas sektor. Salah satunya memastikan pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) di fasilitas kesehatan yang dilakukan minimal enam kali selama masa kehamilan. Pemeriksaan rutin menjadi penting untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan perkembangan janin sejak dini.
Upaya berikutnya dilakukan melalui pemenuhan imunisasi dasar lengkap bagi anak. Pada Agustus 2026, pelaksanaan imunisasi juga diperkuat melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sebagai bagian dari perlindungan kesehatan anak usia sekolah.
Melalui kunjungan rutin, pertumbuhan dan perkembangan anak dapat dipantau sehingga apabila ditemukan risiko gangguan pertumbuhan, intervensi dapat dilakukan lebih cepat.

Selain itu, dukungan pemerintah pusat melalui program MBG untuk kelompok penerima manfaat 3B, yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, turut menjadi bagian dari penguatan pemenuhan gizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemkot Cirebon juga menjalankan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita bermasalah gizi melalui Puskesmas serta terus memperkuat edukasi kepada keluarga. Upaya tersebut diarahkan agar pencegahan tidak dimulai ketika anak telah mengalami stunting, tetapi dilakukan sejak sebelum kehamilan hingga masa tumbuh kembang anak.
Melalui berbagai intervensi tersebut, keluarga diharapkan semakin aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Pemeriksaan kehamilan, imunisasi, kunjungan rutin ke Posyandu, pemantauan pertumbuhan, serta pemenuhan gizi menjadi bagian penting untuk memberi setiap anak kesempatan tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.
Pencegahan stunting dimulai dari keluarga. Dengan intervensi sejak dini dan layanan yang tepat sasaran, upaya menyiapkan generasi Kota Cirebon yang sehat dan berkualitas dapat terus diperkuat.
Dokumentasi: Hasan Badri
Pengolah Informasi: Tim Informasi dan Publikasi Bidang PIKP
Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik
Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon
Jalan Dr. Sudarsono No. 40, Kota Cirebon
Instagram: @pemdakotacrb