CIREBON — Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon menggelar rapat koordinasi Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) di Kota Cirebon untuk mengevaluasi capaian penanganan stunting semester I Tahun 2026 sekaligus mempercepat layanan kesehatan bagi ibu hamil, balita, dan remaja putri di seluruh kelurahan. Rapat ini dipimpin Wakil Wali Kota Cirebon Siti Farida Rosmawati, S.Pd.I bersama Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Sutikno, Ap., M.Si, dan diikuti berbagai perangkat daerah terkait.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, prevalensi stunting Kota Cirebon pada semester I 2026 tercatat 14,13 persen, naik tipis dari 14,07 persen pada 2025, namun jauh membaik dibanding 19,9 persen pada 2023. Dari 16.385 balita di Kota Cirebon, sebanyak 2.191 anak masih mengalami stunting. Kecamatan Pekalipan mencatat prevalensi tertinggi (16,37 persen), sementara Kecamatan Kejaksan sudah mencapai target dengan prevalensi terendah (11,81 persen).

Kabar baiknya, dari 12 poin intervensi kesehatan yang dievaluasi, 10 di antaranya sudah mencapai bahkan melampaui target semester I. Skrining anemia remaja putri tercapai 95,34 persen dari target 75 persen, dan konsumsi Tablet Tambah Darah oleh remaja putri mencapai 92,9 persen dari target 65 persen. Pemeriksaan kehamilan (ANC) enam kali mencapai 44,4 persen dari target 40 persen, konsumsi suplemen gizi ibu hamil mencapai 50,59 persen dari target 48 persen, dan pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil KEK mencapai 67,76 persen dari target 42 persen.

Di sisi balita, pemantauan pertumbuhan (D/S) mencapai 94,47 persen dari target 80 persen, bayi di bawah 6 bulan yang mendapat ASI eksklusif mencapai 75,52 persen dari target 73 persen, dan anak usia 6–23 bulan yang mendapat MP-ASI beragam mencapai 93,98 persen dari target 73 persen. Pelayanan tata laksana gizi buruk pada balita serta cakupan kelurahan bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) bahkan sudah mencapai 100 persen.

Meski demikian, dua intervensi masih perlu dikejar, yakni pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang yang baru mencapai 29,82 persen dari target 32,5 persen, dan cakupan imunisasi lengkap bagi baduta yang baru mencapai 30,5 persen dari target 35 persen.

Wakil Wali Kota Siti Farida Rosmawati menegaskan penanganan stunting adalah investasi untuk masa depan generasi Kota Cirebon. "Penanganan stunting yaitu menjadi prioritasnya dari Bapak Presiden Prabowo Subianto, yaitu gerakan program nasionalnya adalah bagaimana tentang penanganan stunting untuk generasi yang akan datang sehingga bisa menjadi zero stunting," ujarnya, seraya menyebut realisasi program di lapangan hingga triwulan III 2026 diperkirakan sudah mencapai sekitar 70 persen.

Senada, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sutikno mengajak seluruh warga aktif memeriksakan kesehatan ibu hamil dan membawa anak ke posyandu setiap bulan, termasuk mendukung Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang berlangsung Agustus 2026. "Harapan kita ke depan ini stunting bisa dicegah," katanya.

Pemkot Cirebon mengajak seluruh warga, mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, hingga keluarga dengan balita, untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis di posyandu dan puskesmas guna mengejar target prevalensi stunting 13,05 persen pada akhir 2026.

Dokumentasi: Hasan Badri
Pengolah Informasi: Reynanda N Nafisa

Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik
Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon
Jalan Dr. Sudarsono No. 40, Kota Cirebon
Instagram: @pemdakotacrb