KOTA CIREBON – Dukungan orang tua, keteladanan guru, dan kuatnya nilai-nilai Al-Qur’an menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk meraih prestasi sekaligus membentuk karakter yang baik. Pesan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, saat melepas peserta dan official Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-8 tingkat Provinsi Jawa Barat, Kamis (22/10/2026), di Ruang Prabayaksa, Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon.
Sebanyak 19 peserta akan mewakili Kota Cirebon dalam ajang yang diselenggarakan di Kabupaten Cianjur tersebut. Mereka akan mengikuti berbagai cabang perlombaan, baik di bidang seni dan keagamaan maupun olahraga. Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi para santri madrasah diniyah untuk menunjukkan kemampuan, mengasah potensi, serta membawa nama baik Kota Cirebon di tingkat provinsi.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota mengingatkan bahwa keberhasilan anak-anak tidak terlepas dari peran orang tua dan guru yang selama ini mendampingi proses tumbuh kembang mereka. Menurutnya, dukungan yang diberikan keluarga dan para pendidik bukan hanya berupa materi, tetapi juga kasih sayang, doa, pembiasaan, serta pendidikan akhlak yang menjadi fondasi kehidupan anak.

Ia pun mengajak para peserta untuk membiasakan diri mengucapkan terima kasih kepada orang tua dan guru sebagai bentuk penghargaan atas perhatian serta pengorbanan yang telah diberikan. Menurutnya, kebiasaan sederhana tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang perlu ditanamkan sejak dini.
“Anak-anak harus belajar menghargai setiap kebaikan yang diberikan orang tua dan guru. Mengucapkan terima kasih itu sederhana, tidak membutuhkan biaya, tetapi memiliki makna yang besar. Dari hal-hal kecil seperti itulah kita belajar bersyukur, menghormati orang lain, dan membangun akhlak yang baik,” tutur Wakil Wali Kota.
Selain menekankan pentingnya rasa syukur, Wakil Wali Kota juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi informasi yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Kemudahan mengakses internet, menggunakan gawai, dan berinteraksi melalui media sosial, menurutnya, perlu diimbangi dengan pendidikan karakter dan pendampingan yang memadai.
Ia tidak menampik bahwa teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran. Namun, dalam pendidikan agama, khususnya baca tulis Al-Qur’an, keberadaan guru, ustaz, dan ustazah tetap memiliki peran penting dalam membimbing bacaan, pemahaman, serta pengamalan nilai-nilai keislaman.
“Teknologi boleh berkembang, anak-anak juga boleh memanfaatkannya untuk belajar. Tetapi, pendidikan akhlak dan pembelajaran Al-Qur’an tetap membutuhkan bimbingan langsung dari guru. Anak-anak tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga harus mampu menerapkan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Wakil Wali Kota berharap keikutsertaan dalam PORSADIN tidak hanya menjadi ajang mengejar kemenangan, tetapi juga kesempatan bagi para peserta untuk belajar tentang kedisiplinan, sportivitas, kekompakan, dan keberanian menghadapi tantangan. Ia meminta seluruh peserta tetap percaya diri, menjaga kesehatan, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi persaingan.
Ia juga berpesan agar rombongan Kota Cirebon menjaga kebersamaan selama mengikuti perlombaan hingga kembali ke daerah dengan jumlah peserta yang lengkap. Baginya, keselamatan dan kebersamaan seluruh peserta sama pentingnya dengan hasil yang diraih di arena kompetisi.
“Prestasi membutuhkan perjuangan dan dukungan. Jangan mudah mengeluh atau merasa kecil ketika menghadapi tantangan. Tampilkan kemampuan terbaik, jaga kekompakan, dan tetap rendah hati. Apa pun hasil perlombaan nanti, anak-anak harus pulang dengan pengalaman berharga dan semangat yang lebih besar untuk terus belajar,” katanya.
Lebih jauh, Wakil Wali Kota menyampaikan harapannya agar pendidikan madrasah diniyah terus menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Ia mengajak orang tua untuk terus mendampingi anak-anak dalam mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an, meskipun mereka telah menyelesaikan tahapan pendidikan tertentu.
Menurutnya, pembelajaran agama tidak seharusnya berhenti ketika anak telah khatam Al-Qur’an atau memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Konsistensi orang tua dalam memberikan pendampingan akan membantu menjaga kecintaan anak terhadap ilmu agama sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan dalam kehidupan mereka.
“Harapan kita bukan sekadar anak-anak bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak. Semoga mereka tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, membanggakan orang tua, menghormati guru, serta kelak memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui keikutsertaan dalam PORSADIN VIII tingkat Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Cirebon berharap para peserta memperoleh pengalaman yang memperkaya kemampuan dan membangun kepercayaan diri. Lebih dari sekadar membawa pulang penghargaan, mereka diharapkan mampu menunjukkan bahwa generasi muda madrasah diniyah dapat tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi, menjunjung sportivitas, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama dan akhlak mulia.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Cirebon yang diwakili Kasubbag Tata Usaha, Asep Fauzi Firmansyah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah terpilih mewakili Kota Cirebon dalam PORSADIN tingkat Provinsi Jawa Barat. Ia menilai kesempatan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan dan perjuangan yang patut dibanggakan.
Asep menegaskan bahwa keberhasilan dalam sebuah kompetisi tidak semata-mata diukur dari raihan juara. Keberanian untuk tampil, kesungguhan dalam berlatih, serta kemampuan menjaga sportivitas juga menjadi bagian penting dari prestasi yang perlu dihargai.
“Menjadi juara tentu membanggakan, tetapi proses perjuangan juga tidak kalah penting. Anak-anak yang hari ini berangkat mewakili Kota Cirebon sudah menjadi kebanggaan bagi guru, orang tua, dan kita semua. Karena itu, bertandinglah dengan sungguh-sungguh, junjung sportivitas, dan berikan penampilan terbaik,” tuturnya.
Asep juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kota Cirebon atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan kepada para peserta. Menurutnya, sinergi pemerintah daerah, Kementerian Agama, pengurus DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Cirebon, para guru, serta orang tua menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan bagi para santri untuk berkembang dan berprestasi.

Ia turut mengapresiasi semangat anak-anak yang tetap tekun mengikuti pendidikan madrasah diniyah di tengah perkembangan zaman dan tingginya penggunaan gawai. Baginya, kemauan untuk terus belajar agama merupakan modal penting dalam menjaga karakter generasi muda.
“Di tengah kemajuan teknologi, anak-anak yang masih memiliki semangat untuk belajar di madrasah diniyah merupakan kebanggaan tersendiri. Dukungan orang tua dan guru perlu terus dijaga agar semangat tersebut tumbuh menjadi kebiasaan baik yang mereka bawa hingga dewasa,” ujarnya.
Dokumentasi : Beni Agus Pratama
Pengolah Informasi : Dede Sofyan Hadi
Narahubung: Admin Prokompim (082120387359)
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kota Cirebon
Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124
Instagram: @prokompimkotacirebon