Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Dr. Irawan Wahyono, S.Pd., M.Pd., menjelaskan untuk mempercepat perbaikan sekolah yang rusak, pihaknya segera menganggarkan pada APBD Kota Cirebon.
“Bisa kita kita usulkan ke provinsi Jabar maupun ke Kemendikbud. Sehingga perbaikan sekolah bisa segera dilakukan,” tutur Irawan. Sedangkan untuk perbaikan drainase, Irawan menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).
SD Negeri Samadikun merupakan satu-satunya sekolah negeri tingkat dasar yang menerima anak-anak berkebutuhan khusus. Dari 162 siswa ada 42 siswa yang berstatus ABK. Untuk pola pembelajaran disamakan dengan anak-anak lainnya. “Mereka berbaur dan bersosialisasi dengan anak-anak di sekolah,” tutur Kepala SD Negeri Samadikun, Sri Mulya Asih.
Setiap guru di sekolah tersebut bekerja keras memberikan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Anak-anak berkebutuhan khusus tersebut juga mendapatkan pembelajaran khusus. “Kerja keras guru membuah hasil. Kami sudah meluluskan anak-anak berkebutuhan khusus dan mereka juga melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi,” tutur Sri.
Untuk itu Sri juga meminta perhatian dari Pemda Kota Cirebon terhadap kondisi sekolah. Sehingga sekolah menjadi tempat yang nyaman untuk anak-anak menuntut ilmu dan bersosialisasi dengan teman-temannya.
Berita
Wakil Wali Kota Apresiasi SD Negeri Samadikun Terima ABK
Senin, 29 November 2021
•
PEMERINTAH KOTA CIREBON
•
Dilihat 101 kali
CIREBON - Wakil Wali Kota Cirebon apresiasi SD Negeri Samadikun yang menerima anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Sehingga anak-anak tersebut dapat berbaur dan tumbuh bersama dengan anak-anak lainnya.
“Alhamdulillah, ada satu sekolah yang mengakomodir anak-anak berkebutuhan khusus,” tutur Wakil Wali Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati saat meninjau SD Negeri Samadikun, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Senin (29/11/2021). Bahkan di setiap tingkatan, mulai kelas satu hingga kelas enam, semuanya ada anak-anak berkebutuhan khusus.
Eti mengaku terharu karena anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah tersebut dapat membaur dengan anak-anak lainnya. Guru yang ada di sekolah tersebut juga mampu dan sabar memberikan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Hingga mereka akhirnya bisa lulus dari sekolah tersebut bahkan melanjutkan hingga ke pendidikan yang lebih tinggi.
“Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon harus memberikan perhatian ekstra,” tutur Eti. Salah satunya memberikan perhatian kepada infrastruktur di sekolah tersebut yang mengalami kerusakan. Termasuk keluhan mengenai permasalahan drainase. “Nanti bisa kita usulkan ke provinsi juga,” tutur Eti.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Dr. Irawan Wahyono, S.Pd., M.Pd., menjelaskan untuk mempercepat perbaikan sekolah yang rusak, pihaknya segera menganggarkan pada APBD Kota Cirebon.
“Bisa kita kita usulkan ke provinsi Jabar maupun ke Kemendikbud. Sehingga perbaikan sekolah bisa segera dilakukan,” tutur Irawan. Sedangkan untuk perbaikan drainase, Irawan menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).
SD Negeri Samadikun merupakan satu-satunya sekolah negeri tingkat dasar yang menerima anak-anak berkebutuhan khusus. Dari 162 siswa ada 42 siswa yang berstatus ABK. Untuk pola pembelajaran disamakan dengan anak-anak lainnya. “Mereka berbaur dan bersosialisasi dengan anak-anak di sekolah,” tutur Kepala SD Negeri Samadikun, Sri Mulya Asih.
Setiap guru di sekolah tersebut bekerja keras memberikan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Anak-anak berkebutuhan khusus tersebut juga mendapatkan pembelajaran khusus. “Kerja keras guru membuah hasil. Kami sudah meluluskan anak-anak berkebutuhan khusus dan mereka juga melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi,” tutur Sri.
Untuk itu Sri juga meminta perhatian dari Pemda Kota Cirebon terhadap kondisi sekolah. Sehingga sekolah menjadi tempat yang nyaman untuk anak-anak menuntut ilmu dan bersosialisasi dengan teman-temannya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Dr. Irawan Wahyono, S.Pd., M.Pd., menjelaskan untuk mempercepat perbaikan sekolah yang rusak, pihaknya segera menganggarkan pada APBD Kota Cirebon.
“Bisa kita kita usulkan ke provinsi Jabar maupun ke Kemendikbud. Sehingga perbaikan sekolah bisa segera dilakukan,” tutur Irawan. Sedangkan untuk perbaikan drainase, Irawan menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).
SD Negeri Samadikun merupakan satu-satunya sekolah negeri tingkat dasar yang menerima anak-anak berkebutuhan khusus. Dari 162 siswa ada 42 siswa yang berstatus ABK. Untuk pola pembelajaran disamakan dengan anak-anak lainnya. “Mereka berbaur dan bersosialisasi dengan anak-anak di sekolah,” tutur Kepala SD Negeri Samadikun, Sri Mulya Asih.
Setiap guru di sekolah tersebut bekerja keras memberikan pendidikan untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Anak-anak berkebutuhan khusus tersebut juga mendapatkan pembelajaran khusus. “Kerja keras guru membuah hasil. Kami sudah meluluskan anak-anak berkebutuhan khusus dan mereka juga melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi,” tutur Sri.
Untuk itu Sri juga meminta perhatian dari Pemda Kota Cirebon terhadap kondisi sekolah. Sehingga sekolah menjadi tempat yang nyaman untuk anak-anak menuntut ilmu dan bersosialisasi dengan teman-temannya.
Label:
#Utama
11 Agustus 2026
Kantor Baru Setda Diresmikan, Momentum Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
11 Agustus 2026
Wali Kota Cirebon Ajak Masyarakat Perkuat Budaya Sadar Bencana Hadapi Perubahan Iklim
10 Agustus 2026
Wakil Wali Kota: Literasi Anak Perlu Tumbuh dari Lingkungan Terdekat
7 Agustus 2026
Wali Kota Cirebon Raih LPM Award 2026, Komitmen Pemberdayaan Masyarakat Mendapat Apresiasi Nasional
7 Agustus 2026
Wali Kota Kunjungi UPT Latihan Tenaga Kerja, Siapkan SDM Kompeten dan Siap Bersaing
Bagikan Berita ini ke: