KOTA CIREBON – Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) terus melakukan penataan dan pemeliharaan sungai untuk menjaga kelancaran aliran air di sejumlah wilayah. Sepanjang tahun 2026, kegiatan normalisasi telah dilaksanakan di 13 titik yang tersebar pada sejumlah sungai dan kali di Kota Cirebon.

Penataan tersebut menjadi bagian dari kegiatan operasional dan pemeliharaan sumber daya air yang dilakukan DPUTR Kota Cirebon. Pekerjaan difokuskan pada pembersihan tanaman liar, pengangkatan endapan sedimen, serta pengerukan dan perapihan tebing sungai.

Dalam pelaksanaannya, normalisasi dilakukan melalui dua metode, yakni menggunakan alat berat dan tenaga manual, menyesuaikan kondisi serta kebutuhan penanganan di masing-masing lokasi.

5582ba43-4436-47c0-ba6e-482dfe0506ab.webp

Sebanyak empat titik ditangani menggunakan alat berat berupa mini excavator, meliputi Sungai Kedungpane di Kelurahan Sukapura, Sungai Kedungmenjangan di Kalijaga, Sungai Kijing di Jalan Gelatik, Kelurahan Larangan, serta Sungai Cikenis di Jalan Gunung Lawu, Kelurahan Larangan.

Pada lokasi tersebut, pekerjaan mencakup pembersihan badan sungai dan pengangkatan sedimen. Di sejumlah titik, pengerukan juga dilakukan untuk memperlebar badan sungai, kemudian dilanjutkan dengan perapihan tebing yang telah dikeruk.

Sementara itu, normalisasi menggunakan tenaga manual dilaksanakan di sembilan titik lainnya, meliputi Kali Cipadu, Kali Sijarak 1, Kali Sijarak 2, Kali Kebat, serta Kali Cikenis. Penanganan dilakukan antara lain di kawasan Lawanggada, Sunyaragi, Jalan Tentara Pelajar, Jalan Ampera, Jalan Evakuasi, Jalan Kesambi hingga Brigjen Darsono, serta Jalan Ciremai Raya.

b89713cb-3ff4-4555-bbe8-508900cc43dd.webp

Melalui metode manual, petugas membersihkan vegetasi liar yang menghambat aliran air, mengangkat endapan sedimen, dan merapikan sisa material di sekitar badan sungai.

Hasil pelaksanaan pekerjaan juga terlihat dari dokumentasi progres di setiap lokasi, mulai dari kondisi awal, proses pengerjaan, hingga hasil akhir penataan. Sejumlah aliran sungai yang sebelumnya tertutup tanaman liar dan endapan sedimen kini terlihat lebih terbuka dan tertata.

77ad313b-2c0d-44ca-aea4-716db52a4ea2.webp

Normalisasi ini diharapkan dapat membantu menjaga kapasitas aliran air, mengurangi hambatan pada badan sungai, sekaligus meminimalkan potensi genangan, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkot Cirebon berupaya menjaga fungsi sungai sebagai bagian penting dari sistem drainase perkotaan. Upaya ini juga perlu didukung kepedulian masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai agar kondisi aliran air yang telah ditata dapat terus terjaga.

Dokumentasi: Tim Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
Pengolah Informasi: Siti Nur Aisyah

Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik
Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Cirebon
Instagram: @pemdakotacrb