Pihaknya menyebutkan, sampai saat ini belum diketahui dengan pasti penyebab hepatitis akut misterius. Tetapi dugaan sementara penyakit ini disebabkan makanan dan minuman yang tidak terjamin kebersihannya.
"Gejala awal pada penyakit hepatitis akut misterius adalah mual, muntah, diare berat, demam, mata kuning, kejang sampai penurunan kesadaran," ujarnya.
Perihal penularan hepatitis akut misterius ini, kata Edy, virus masuk melalui oral atau mulut yang kemudian masuk ke rongga dan hati.
Oleh sebab itu, pihaknya menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati. Rutin cuci tangan dengan sabun, pastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih dan tidak bergantian alat makan dengan orang lain, bila perlu alat makan direbus.
"Selain itu, hindari menyuapi anak dengan tangan, hindari anak kontak dengan orang sakit serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. Intinya kita lakukan pola hidup bersih (PHBS) dan protokol kesehatan," ungkap Edy.
Antisipasi penyebaran yang dilakukan Dinkes Kota Cirebon, imbuh Edy, diantaranya menyiapkan fasilitas kesehatan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan RI, menyediakan formulir khusus apabila ada laporan dan sosialisasi kepada masyarakat.
"Seluruh fasilitas kesehatan utamanya Puskesmas, sudah melakukan itu di Posyandu. Tapi diakui ada orang tua yang tidak hadir. Makanya nanti setiap ada acara kita sisipkan sosialisasi hepatitis akut misterius," jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Perumnas Utara, dr. Junny Setyawati mengakui, sudah melakukan sosialisasi hepatitis akut misterius di setiap ada Posyandu.
"Kita sisipkan sosialisasi. Jadi, tidak hanya memeriksa kembang tumbuh anak, melainkan juga penyuluhan kesehatan kepada orang tua anak. Baik cara memberi makan yang sehat maupun mengasuh anak," katanya.