Berita
Virtual Musrenbang, Walikota Sampaikan Tujuh Point Utama
Walikota Cirebon Nasrudin Azis menyampaikan prioritas dalam acara Virtual Musrenbang bersama Pemprov Jabar yang dipimpin langsung Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher).
Dalam Virtual Musrenbang yang digelar di kantor Bappeda Kota Cirebon itu, tujuh butir poin prioritas disampaikan Azis. Yakni dana pengendalian banjir dengan kalkulasi Rp 9,7 milyar, selanjutnya pengembangan pembangunan gedung kantor Disperindagkop UMKM sebesar Rp 9,8 milyar. "Yang ketika kami perlu pemenuhan kendaraan operasional untuk TBC sebesar Rp 403 juta dan keempat anggaran pembuatan warning light sebesar Rp 374 juta," sebutnya.
Point kelima disampaikan Azis yakni pembangunan gedung baru Badan Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) sebesar Rp 13,1 milyar, untuk point keenam yakni pembangunan IGD RSUD Gunungjati Cirebon Rp 110 milyar. "Kami juga mengajukan pengadaan mobil operasional PMKS Rp 208 juta. Kami berharap tujuh point itu diprioritaskan," sebutnya.
Dalam virtual musrenbang itu, Azis berharap SKPD tetap semangat dalam menyerap dana dari provinsi maupun pusat secara maksimal. "Munculkan ide tiap SKPD untuk perbaiki pembangunan Kota Cirebon. Jangan sungkan susun program dan kami bersama dewan akan upayakan," sebutnya.
Dari agenda tersebut, dia menegaskan agar semua SKPD didorong selesaikan program Religius Aman Maju Aspiratif dan Hijau (RAMAH). "Ide mewujudkan ramah sangat ditunggu. Kesungguhan skpd ikut virtual musrenbang. Harapan urgensi usulan kami dapat terealisasi," harapnya. ***
Terkini
29 Juni 2026
Lintasi Jantung Kota, Run 10K Semarakkan Hari Jadi Cirebon ke-599
27 Juni 2026
Kota Cirebon Sukses Tuan Rumah dan Raih Juara Umum Porsenitas XIII KUNCI BERSAMA
26 Juni 2026
Kota Cirebon Raih Juara Terunik di Fashion Show Pekan Kerajinan Jawa Barat 2026
25 Juni 2026
Wakil Wali Kota Apresiasi Pendidikan Pengawasan Partisipatif, Dorong Generasi Muda Kawal Demokrasi Bermartabat
25 Juni 2026
UMKM Pesantren Didorong Naik Kelas, Wali Kota Apresiasi Kolaborasi Penguatan Kemandirian Ekonomi Santri