Tingkatkan Kolaborasi dengan Bank Indonesia, Pemkot Cirebon Fokus pada Inflasi, Digitalisasi, dan Pemberdayaan UMKM
CIREBON – Kota Cirebon memacu mesin ekonominya melalui dua jalur utama, stabilitas harga pangan dan transformasi digital yang masif. Langkah strategis ini menjadi fondasi penting bagi Kota Cirebon dan wilayah Ciayumajakuning untuk tetap tangguh di tengah ketidakpastian global. Melalui pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon yang baru, sinergi antara otoritas moneter dan pemerintah daerah ditegaskan kembali sebagai kunci utama dalam menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperluas ekosistem pembayaran non-tunai.
Untuk diketahui, hingga penghujung tahun 2025, Kota Cirebon berhasil mencatatkan rapor ekonomi yang impresif. Pertumbuhan ekonomi tahunan pada triwulan III-2025 mencapai 5,26%, melampaui angka pertumbuhan Jawa Barat yang sebesar 5,20% dan nasional di angka 5,04%. Capaian ini linier dengan keberhasilan menekan angka pengangguran terbuka menjadi 6,29% serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ke level 78,99. Keberhasilan ini tidak lepas dari intervensi pasar yang dilakukan secara kolaboratif untuk menjaga inflasi tetap stabil di angka 2,86%.

Wali Kota Cirebon, Effendi Edo menekankan bahwa keberhasilan mengendalikan inflasi, terutama pada sektor pangan, merupakan buah dari kerja keras Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia. Program-program seperti Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), operasional Pasar Murah Keliling, hingga efektivitas Warung Peduli Inflasi (WADULI) terbukti ampuh meredam gejolak harga di tingkat konsumen.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan kebijakan Bank Indonesia yang sangat akomodatif. Ke depan, fokus kami adalah memastikan pertumbuhan ekonomi ini dirasakan langsung oleh masyarakat melalui transparansi keuangan daerah. Penggunaan QRIS dan kanal digital lainnya untuk pajak dan retribusi akan terus kami optimalkan melalui TP2DD demi mewujudkan tata kelola yang lebih akuntabel," ujar Wali Kota.

Sejalan dengan hal tersebut, perluasan digitalisasi di Kota Cirebon menunjukkan tren yang sangat positif. Digitalisasi bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan mesin penggerak baru bagi UMKM dan sektor jasa.
"Dengan integrasi teknologi dalam sistem pembayaran, efisiensi ekonomi di tingkat akar rumput meningkat signifikan, yang pada akhirnya memperkuat daya saing daerah di kancah regional maupun nasional," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan selamat datang kepada Wihujeng Ayu Rengganis sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon yang baru menggantikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Terdahulu Periode 2025, Jajang Hermawan. Pemerintah Kota Cirebon berharap di bawah kepemimpinan Wihujeng Ayu Rengganis sebagai Kepala Perwakilan BI Cirebon yang baru, kolaborasi ini semakin solid.
"Kepada Bapak Jajang Hermawan juga terimakasih atas kerjasama yang sudah terjalin dan sukses di tempat yang baru. Tantangan ekonomi di tahun 2026 menuntut lahirnya lebih banyak program terobosan yang mampu menjawab kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat luas, mari kita tingkatkan kolaborasi agar lebih solid," harapnya.

Di kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, memberikan catatan khusus mengenai progresivitas digitalisasi di Cirebon. Ia mengungkapkan bahwa volume transaksi menggunakan QRIS di wilayah Cirebon pada periode Januari hingga November 2025 telah menembus angka 13,2 juta transaksi. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa masyarakat dan pelaku usaha di Cirebon telah siap menghadapi era ekonomi digital sepenuhnya.
"Alhamdulillah, inflasi dan pertumbuhan ekonomi Cirebon juga sejauh ini sangat baik, bahkan inflasi berhasil dijaga di bawah angka nasional. Fokus kita ke depan adalah memperkuat daya tahan pangan dan memperdalam digitalisasi. Capaian 13,2 juta transaksi QRIS adalah bukti nyata, namun BI tidak bisa sendiri, sinergi dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait adalah keharusan untuk mendorong UMKM kita naik kelas," tegas Destry.

Selain digitalisasi, pengembangan UMKM yang mendukung sektor pariwisata menjadi prioritas dalam memperkuat identitas wilayah Ciayumajakuning. Program inovatif seperti Wira Kriya Wastra yang melibatkan akademisi dari FSRD-ITB menjadi bukti nyata upaya peningkatan kapasitas desainer dan perajin lokal. Melalui pendampingan ini, produk-produk unggulan Cirebon mulai merambah pasar internasional melalui ajang bergengsi seperti Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) dan Karya Kreatif Indonesia.
"Bank Indonesia akan terus mendorong UMKM-UMKM yang ada di Cirebon, dan tentunya tidak bisa Bank Indonesia sendiri. Kita harus bersinergi dengan Bapak-Ibu sekalian, dengan lembaga Bapak-Ibu sekalian karena tugas ini tidak mudah," tuturnya.

Dokumentasi : Dede Sofyan Hadi
Pengolah Informasi : Mike Dwi Setiawati
Narahubung: Admin Prokompim (082120387359)
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Setda Kota Cirebon
Jalan Siliwangi No. 84, Kota Cirebon, 45124
Instagram: @prokompimkotacirebon
Terkini
Terpopuler