Berita
Sertifikasi Dewan Hakim LPTQ, Wakil Wali Kota: Upaya untuk Meningkatkan Kualitas
CIREBON - Sertifikasi untuk meningkatkan kualitas dewan hakim Lembaga Pengembangan Tilwatil Quran (LPTQ). Dewan hakim LPTQ yang berkualitas ciptakan Jabar juara lahir dan batin.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati usai membuka kegiatan Sertifikasi Dewan Hakim LPTQ tingkat Kota Cirebon, Sabtu (30/10) di ruang Madya, kompleks At Taqwa, Kota Cirebon.
“Dengan sertifikasi ini, kualitas dewan hakim LPTQ di Kota Cirebon akan lebih baik lagi,” tutur Eti. Para dewan hakim LPTQ ini yang nantinya bertugas untuk menjadi tim penilai di seluruh cabang MTQ yang dilombakan.
Di tangan mereka dapat terbentuk generasi qurani, yaitu generasi yang meyakini kebenaran isi Al Quran, membaca, menghafal serta memahami dengan baik dan benar makna yang terkandung di dalamnya.
Pada kesempatan itu Eti juga mengucapkan terima kasih kepada At Taqwa Center yang memiliki banyak terobosan di bidang keagamaan. “At Taqwa Center selalu mendukung kegiatan keagamaan,” tutur Eti. Sehingga Kota Cirebon yang merupakan kota wali tidak hanya maju dari segi pembangunan namun juga nomor satu untuk ruang keagamaan. “Sehingga mendukung Jabar juara lahir dan batin,” tutur Eti.
Sementara itu Ketua harian LPTQ Kota Cirebon, Dr. Ahmad Yani menjelaskan peserta sertifikasi dewan hakim terdiri dari 42 orang yang berasal dari 5 kecamatan di Kota Cirebon. “Harapannya, setiap kecamatan memiliki dewan hakim LPTQ yang tersertifikasi,” tutur Yani. Sehingga dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan LPTQ mulai dari bawah, yaitu dari kelurahan hingga tingkat kota.
Dijelaskan Yani sebanyak 42 orang yang hari ini mengikuti kegiatan sebenarnya merupakan guru-guru mereka. “Beliau-beliau ini guru-guru kami di LPTQ. Sudah mengabdi puluhan tahun jadi dewan hakim,” tutur Yani. Namun karena tuntutan situasi, kegiatan sertifikasi ini dilakukan untuk mereka. “Kita ambil positifnya,” tutur Yani. Bahwa profesionalitas itu memang tuntutan agama. Karena bila suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya. “Ustadz kami yang jadi peserta sebenarnya mah sudah layak. Untuk ‘menghalalkan’,” tutur Yani.
Yani juga menjelaskan, LPTQ akan mendorong kegiatan masyarakat maghrib mengaji. “Selama ini kegiatan kami selalu dipahami sebagai lomba. Kami ingin memulai tidak hanya lomba, sehingga kegiatan masyarakat maghrib mengaji lakukan,” tutur Yani. Rencananya kegiatan masyarakat maghrib mengaji akan dicanangkan mulai tingkat RW dan kelurahan di Kota Cirebon Selasa pekan depan.
“Dengan sertifikasi ini, kualitas dewan hakim LPTQ di Kota Cirebon akan lebih baik lagi,” tutur Eti. Para dewan hakim LPTQ ini yang nantinya bertugas untuk menjadi tim penilai di seluruh cabang MTQ yang dilombakan.
Di tangan mereka dapat terbentuk generasi qurani, yaitu generasi yang meyakini kebenaran isi Al Quran, membaca, menghafal serta memahami dengan baik dan benar makna yang terkandung di dalamnya.
Pada kesempatan itu Eti juga mengucapkan terima kasih kepada At Taqwa Center yang memiliki banyak terobosan di bidang keagamaan. “At Taqwa Center selalu mendukung kegiatan keagamaan,” tutur Eti. Sehingga Kota Cirebon yang merupakan kota wali tidak hanya maju dari segi pembangunan namun juga nomor satu untuk ruang keagamaan. “Sehingga mendukung Jabar juara lahir dan batin,” tutur Eti.
Sementara itu Ketua harian LPTQ Kota Cirebon, Dr. Ahmad Yani menjelaskan peserta sertifikasi dewan hakim terdiri dari 42 orang yang berasal dari 5 kecamatan di Kota Cirebon. “Harapannya, setiap kecamatan memiliki dewan hakim LPTQ yang tersertifikasi,” tutur Yani. Sehingga dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan LPTQ mulai dari bawah, yaitu dari kelurahan hingga tingkat kota.
Dijelaskan Yani sebanyak 42 orang yang hari ini mengikuti kegiatan sebenarnya merupakan guru-guru mereka. “Beliau-beliau ini guru-guru kami di LPTQ. Sudah mengabdi puluhan tahun jadi dewan hakim,” tutur Yani. Namun karena tuntutan situasi, kegiatan sertifikasi ini dilakukan untuk mereka. “Kita ambil positifnya,” tutur Yani. Bahwa profesionalitas itu memang tuntutan agama. Karena bila suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya. “Ustadz kami yang jadi peserta sebenarnya mah sudah layak. Untuk ‘menghalalkan’,” tutur Yani.
Yani juga menjelaskan, LPTQ akan mendorong kegiatan masyarakat maghrib mengaji. “Selama ini kegiatan kami selalu dipahami sebagai lomba. Kami ingin memulai tidak hanya lomba, sehingga kegiatan masyarakat maghrib mengaji lakukan,” tutur Yani. Rencananya kegiatan masyarakat maghrib mengaji akan dicanangkan mulai tingkat RW dan kelurahan di Kota Cirebon Selasa pekan depan.
Terkini
22 Juni 2026
Gelar Karya Vokasi SLBN Budi Utama Tampilkan Potensi dan Kemandirian Anak Istimewa
22 Juni 2026
Dorong Transformasi Digital Ketenagakerjaan, Wali Kota Resmikan Job Fair Online dan Pelatihan Vokasi
22 Juni 2026
Pemkot Cirebon Perkuat Pembinaan Olahraga melalui Pelepasan Kontingen PORSENITAS XIII dan Penghargaan Atlet Berprestasi
21 Juni 2026
Revitalisasi Sukalila Capai Hampir 30 Persen, Pemkot Cirebon dan BBWS Percepat Penataan Kawasan Jadi Ruang Publik Berkualitas
21 Juni 2026
Pelepasan Petugas Sensus Ekonomi 2026, Pemkot Cirebon Perkuat Komitmen Wujudkan Kebijakan Berbasis Data
Terpopuler
26 Januari 2026
Resmi! UMK Cirebon 2026 Naik, Ini Dasar dan Perhitungannya
28 Januari 2013
Banjir Melanda Beberapa Wilayah Kota Cirebon
21 Januari 2026
Damkar Kota Cirebon 2025: Nggak Cuma Padamkan Api, Tapi Juga Jadi Andalan Warga
13 Januari 2026
Warga Cirebon Wajib Tahu, Begini Cara Pantau Sudut Kota Hanya Lewat Satu Klik
29 Oktober 2025
DP3APPKB Kota Cirebon Wujudkan Lingkungan Kerja BERSINAR (Bersih Narkoba)