Kepala DP3APPKB Kota Cirebon dalam kesempatan ini juga menegaskan pentingnya remaja memiliki pondasi karakter yang kuat untuk menghindari perilaku berisiko. “Remaja harus mampu melewati masa transisi kehidupan dengan baik. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah pergaulan tidak sehat, termasuk relasi lawan jenis atau pacaran yang tidak sehat, yang kerap memicu kekerasan,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini turut dipaparkan 10 tanda kekerasan dalam pacaran, antara lain:
1. Menggunakan kekerasan fisik.
2. Ledakan emosi berlebihan.
3. Posesif atau cemburu berlebihan.
4. Meremehkan dan mengejek pasangan.
5. Menguntit secara fisik maupun digital.
6. Mengecek ponsel, email, atau media sosial tanpa izin.
7. Menjauhkan pasangan dari teman dan keluarga.
8. Sering menuduh tanpa alasan.
9. Memaksa hubungan seksual.
10. Menolak menggunakan kontrasepsi.
Selain PKK dan DP3APPKB, kegiatan ini juga menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon sebagai salah satu narasumber, yang memberikan wawasan tambahan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yang kerap menjadi bagian dari perilaku berisiko pada remaja.
Perilaku-perilaku berbahaya tersebut tidak hanya mengancam masa depan remaja, tetapi juga termasuk dalam kategori tindak pidana sebagaimana diatur dalam KUHP pasal 351, 352, dan 354 tentang penganiayaan.
Melalui PAREDI CEKAS, PKK Kota Cirebon bersama DP3APPKB, sekolah, dan BNN berkomitmen menghadirkan edukasi yang relevan dengan realitas kehidupan remaja saat ini. Tidak hanya fokus pada pencegahan kekerasan, program ini juga menekankan pentingnya pencegahan perkawinan anak, agar generasi muda Kota Cirebon dapat menyiapkan masa depan yang lebih sehat, terarah, dan berdaya saing.
Harapannya, remaja Kota Cirebon tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter kuat, cerdas digital, bebas narkoba, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan dan praktik perkawinan anak.
Penulis: Tim PKK Kota Cirebon
Dokumentasi: Tim PKK Kota Cirebon
Berita
PKK Kota Cirebon dan DP3APPKB Kota Cirebon Berkolaborasi Hadirkan “PAREDI CEKAS”
Senin, 29 September 2025
•
PEMERINTAH KOTA CIREBON
•
Dilihat 1.673 kali
CIREBON – Tim Penggerak PKK Kota Cirebon melalui Pokja I berkolaborasi dengan sekolah dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Cirebon menggelar kegiatan PAREDI CEKAS (Parenting Digital Cegah Kekerasan), sebuah program edukasi untuk memperkuat karakter remaja dalam menghadapi tantangan pergaulan digital sekaligus mencegah kekerasan.
Bertempat di SMA Negeri 5 Kota Cirebon, pada hari Senin (29/09/2025), kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan PKK yang rutin dilakukan dalam bentuk PKK Goes To School.
Ketua PKK Kota Cirebon Novianti Edo melalui Staf Ahli PKK Deane Dewi Ratih menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program strategis untuk membantu pemerintah membentuk karakter positif generasi muda. “PKK berkomitmen mendampingi sekolah dan keluarga untuk menyiapkan anak-anak kita agar tumbuh dengan karakter kuat, sehat, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Kepala DP3APPKB Kota Cirebon dalam kesempatan ini juga menegaskan pentingnya remaja memiliki pondasi karakter yang kuat untuk menghindari perilaku berisiko. “Remaja harus mampu melewati masa transisi kehidupan dengan baik. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah pergaulan tidak sehat, termasuk relasi lawan jenis atau pacaran yang tidak sehat, yang kerap memicu kekerasan,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini turut dipaparkan 10 tanda kekerasan dalam pacaran, antara lain:
1. Menggunakan kekerasan fisik.
2. Ledakan emosi berlebihan.
3. Posesif atau cemburu berlebihan.
4. Meremehkan dan mengejek pasangan.
5. Menguntit secara fisik maupun digital.
6. Mengecek ponsel, email, atau media sosial tanpa izin.
7. Menjauhkan pasangan dari teman dan keluarga.
8. Sering menuduh tanpa alasan.
9. Memaksa hubungan seksual.
10. Menolak menggunakan kontrasepsi.
Selain PKK dan DP3APPKB, kegiatan ini juga menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon sebagai salah satu narasumber, yang memberikan wawasan tambahan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yang kerap menjadi bagian dari perilaku berisiko pada remaja.
Perilaku-perilaku berbahaya tersebut tidak hanya mengancam masa depan remaja, tetapi juga termasuk dalam kategori tindak pidana sebagaimana diatur dalam KUHP pasal 351, 352, dan 354 tentang penganiayaan.
Melalui PAREDI CEKAS, PKK Kota Cirebon bersama DP3APPKB, sekolah, dan BNN berkomitmen menghadirkan edukasi yang relevan dengan realitas kehidupan remaja saat ini. Tidak hanya fokus pada pencegahan kekerasan, program ini juga menekankan pentingnya pencegahan perkawinan anak, agar generasi muda Kota Cirebon dapat menyiapkan masa depan yang lebih sehat, terarah, dan berdaya saing.
Harapannya, remaja Kota Cirebon tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter kuat, cerdas digital, bebas narkoba, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan dan praktik perkawinan anak.
Penulis: Tim PKK Kota Cirebon
Dokumentasi: Tim PKK Kota Cirebon
Kepala DP3APPKB Kota Cirebon dalam kesempatan ini juga menegaskan pentingnya remaja memiliki pondasi karakter yang kuat untuk menghindari perilaku berisiko. “Remaja harus mampu melewati masa transisi kehidupan dengan baik. Salah satu yang perlu diwaspadai adalah pergaulan tidak sehat, termasuk relasi lawan jenis atau pacaran yang tidak sehat, yang kerap memicu kekerasan,” ungkapnya.
Dalam kegiatan ini turut dipaparkan 10 tanda kekerasan dalam pacaran, antara lain:
1. Menggunakan kekerasan fisik.
2. Ledakan emosi berlebihan.
3. Posesif atau cemburu berlebihan.
4. Meremehkan dan mengejek pasangan.
5. Menguntit secara fisik maupun digital.
6. Mengecek ponsel, email, atau media sosial tanpa izin.
7. Menjauhkan pasangan dari teman dan keluarga.
8. Sering menuduh tanpa alasan.
9. Memaksa hubungan seksual.
10. Menolak menggunakan kontrasepsi.
Selain PKK dan DP3APPKB, kegiatan ini juga menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon sebagai salah satu narasumber, yang memberikan wawasan tambahan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yang kerap menjadi bagian dari perilaku berisiko pada remaja.
Perilaku-perilaku berbahaya tersebut tidak hanya mengancam masa depan remaja, tetapi juga termasuk dalam kategori tindak pidana sebagaimana diatur dalam KUHP pasal 351, 352, dan 354 tentang penganiayaan.
Melalui PAREDI CEKAS, PKK Kota Cirebon bersama DP3APPKB, sekolah, dan BNN berkomitmen menghadirkan edukasi yang relevan dengan realitas kehidupan remaja saat ini. Tidak hanya fokus pada pencegahan kekerasan, program ini juga menekankan pentingnya pencegahan perkawinan anak, agar generasi muda Kota Cirebon dapat menyiapkan masa depan yang lebih sehat, terarah, dan berdaya saing.
Harapannya, remaja Kota Cirebon tumbuh sebagai pribadi yang berkarakter kuat, cerdas digital, bebas narkoba, serta terbebas dari segala bentuk kekerasan dan praktik perkawinan anak.
Penulis: Tim PKK Kota Cirebon
Dokumentasi: Tim PKK Kota Cirebon
15 Oktober 2026
Jaga Sungai, Jaga Lingkungan: Pemkot Cirebon Dorong Kolaborasi Bersama Masyarakat
14 Oktober 2026
Lepas Sambut Kapolda Jabar, Wakil Wali Kota Cirebon Harapkan Sinergi Keamanan dan Pembangunan Semakin Kuat
13 Oktober 2026
Wakil Wali Kota Cirebon Tinjau Kekeringan di Kopi Luhur, Pastikan Penyaluran Air bagi Warga
13 Oktober 2026
Harapan Baru bagi 19 Keluarga di Harjamukti, Pemkot Cirebon Dorong Perbaikan Rumah Tak Layak Huni
13 Oktober 2026
Perkuat Kapasitas dan Profesionalisme, Pemkot Cirebon Jajaki Pertukaran Pengalaman dengan Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta
Bagikan Berita ini ke: