Secara perlahan RSD Gunung Jati juga bisa menjadi rumah sakit khusus Covid-19. Sehingga pasien-pasien Covid-19 bisa beristirahat dan tidak beredar di luar.
“Hari ini dr. Katibi sudah harus bekerja,” tegas Azis. Pemda Kota Cirebon menurut Azis akan mendukung langkah-langkah terbaik yang akan diambil oleh dr Katibi.
Sementara itu Dirut RSD Gunung Jati, dr. Katibi, M.K.M., menjelaskan hari ini dirinya akan langsung melakukan serah terima jabatan dan langsung bekerja. “Target pertama yaitu penanganan Covid-19,” ungkap Katibi. Sebagai Dirut yang baru dirinya menginginkan pasien yang datang ke IGD untuk tidak antri lagi. “Sudah antri, kadang meninggal karena tidak tertolong,” ungkap Katibi.
Untuk itu, mereka menargetkan pasien yang datang harus segera ditolong untuk menyelamatkan nyawa mereka.
Di masa pandemi Covid-19 ini penambahan rawat inap isolasi dan tenaga kesehatan (nakes) juga akan dilakukan. Saat ini yang sedang berjalan yaitu penambahan 34 tempat tidur di eks IGD, penambahan 30 tempat tidur di ruang Kiansantang, dan di ruang IGD terpadu yang baru sebanyak 30 tempat tidur. Bahkan tidak menutup kemungkinan penambahan akan diperluas jika penambahan yang dilakukan saat ini tingkat keterisiannya mencapai 80 persen.