Dalam pemaparannya, Ulyatul Mukarromah menekankan bahwa di Kabupaten Cirebon, pernikahan anak erat kaitannya dengan kemiskinan dan rendahnya akses pendidikan. “Anak-anak yang seharusnya mendapatkan kesempatan belajar, seringkali dinikahkan dengan alasan ekonomi. Pendidikan menjadi kunci penting untuk memutus siklus perkawinan anak,” ujarnya.
Sementara itu, Suwarso Budi Winarno menyampaikan bahwa berdasarkan pemetaan, terdapat tiga kategori penyebab pernikahan anak, yaitu:
1. Pergaulan berisiko pada anak – termasuk kurangnya peran pengasuhan orang tua.
2. Faktor ekonomi – keterbatasan ekonomi keluarga.
3. Faktor budaya – tradisi dan norma sosial yang masih menganggap wajar perkawinan anak.
“Keluarga harus memiliki ketahanan keluarga untuk mendukung anak dalam masa transisi remaja menuju dewasa. Dengan pengasuhan yang kuat, anak tidak mudah terjerumus dalam pergaulan berisiko maupun perkawinan dini,” tegasnya.
---
Pameran Seni “Break The Chain”
Selain diskusi, acara ini juga dirangkai dengan pameran seni yang menampilkan karya visual seniman muda dari Movement Arts Community. Melalui poster, ilustrasi, dan instalasi kreatif, pameran ini menghadirkan pesan kuat tentang perjuangan anak-anak dalam melawan keterbatasan serta harapan untuk membangun masa depan tanpa perkawinan dini.
---
Kolaborasi untuk Generasi Emas
Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor – pemerintah, komunitas, pendidik, dunia seni, hingga masyarakat luas – untuk bersama-sama memutus mata rantai perkawinan anak.
Acara ini juga sekaligus menjadi ruang dialog yang menginspirasi serta membuka kesadaran publik bahwa pencegahan pernikahan anak adalah investasi besar bagi terwujudnya Generasi Emas 2045.
---
Tentang Penyelenggara:
Acara ini diselenggarakan oleh Movement Arts Community (MAC) berkolaborasi dengan DP3APPKB Kota Cirebon serta didukung oleh Gramedia, Paham Perempuan, Passtel Studio.
Penulis:
Suwarso Budi Winarno, AP, M.Si.
Kepala DP3APPKB Kota Cirebon
Berita
Diskusi dan Pameran Seni “Break The Chain” Dorong Kolaborasi Putus Mata Rantai Pernikahan Anak
Sabtu, 16 Agustus 2025
•
PEMERINTAH KOTA CIREBON
•
Dilihat 2.488 kali
Cirebon, 16 Agustus 2025 – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Cirebon (DP3APPKB) Kota Cirebon bersama Movement Arts Community (MAC) sukses menggelar Diskusi Publik dan Pameran Seni “Break The Chain” di Gramedia Grage Mall Cirebon, Sabtu (16/8). Acara yang berlangsung dari pukul 16.00–18.00 WIB ini dihadiri puluhan peserta dari berbagai kalangan: pelajar, mahasiswa, aktivis, hingga tokoh masyarakat.
Diskusi bertema “Mitigasi dan Dampak Sosial Pernikahan Anak” menghadirkan narasumber:
Suwarso Budi Winarno, AP., MSi – Kepala DP3APPKB Kota Cirebon
Ulyatul Mukarromah – Founder Paham Perempuan
Moderator: Putri Sarinande
Dalam pemaparannya, Ulyatul Mukarromah menekankan bahwa di Kabupaten Cirebon, pernikahan anak erat kaitannya dengan kemiskinan dan rendahnya akses pendidikan. “Anak-anak yang seharusnya mendapatkan kesempatan belajar, seringkali dinikahkan dengan alasan ekonomi. Pendidikan menjadi kunci penting untuk memutus siklus perkawinan anak,” ujarnya.
Sementara itu, Suwarso Budi Winarno menyampaikan bahwa berdasarkan pemetaan, terdapat tiga kategori penyebab pernikahan anak, yaitu:
1. Pergaulan berisiko pada anak – termasuk kurangnya peran pengasuhan orang tua.
2. Faktor ekonomi – keterbatasan ekonomi keluarga.
3. Faktor budaya – tradisi dan norma sosial yang masih menganggap wajar perkawinan anak.
“Keluarga harus memiliki ketahanan keluarga untuk mendukung anak dalam masa transisi remaja menuju dewasa. Dengan pengasuhan yang kuat, anak tidak mudah terjerumus dalam pergaulan berisiko maupun perkawinan dini,” tegasnya.
---
Pameran Seni “Break The Chain”
Selain diskusi, acara ini juga dirangkai dengan pameran seni yang menampilkan karya visual seniman muda dari Movement Arts Community. Melalui poster, ilustrasi, dan instalasi kreatif, pameran ini menghadirkan pesan kuat tentang perjuangan anak-anak dalam melawan keterbatasan serta harapan untuk membangun masa depan tanpa perkawinan dini.
---
Kolaborasi untuk Generasi Emas
Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor – pemerintah, komunitas, pendidik, dunia seni, hingga masyarakat luas – untuk bersama-sama memutus mata rantai perkawinan anak.
Acara ini juga sekaligus menjadi ruang dialog yang menginspirasi serta membuka kesadaran publik bahwa pencegahan pernikahan anak adalah investasi besar bagi terwujudnya Generasi Emas 2045.
---
Tentang Penyelenggara:
Acara ini diselenggarakan oleh Movement Arts Community (MAC) berkolaborasi dengan DP3APPKB Kota Cirebon serta didukung oleh Gramedia, Paham Perempuan, Passtel Studio.
Penulis:
Suwarso Budi Winarno, AP, M.Si.
Kepala DP3APPKB Kota Cirebon
Dalam pemaparannya, Ulyatul Mukarromah menekankan bahwa di Kabupaten Cirebon, pernikahan anak erat kaitannya dengan kemiskinan dan rendahnya akses pendidikan. “Anak-anak yang seharusnya mendapatkan kesempatan belajar, seringkali dinikahkan dengan alasan ekonomi. Pendidikan menjadi kunci penting untuk memutus siklus perkawinan anak,” ujarnya.
Sementara itu, Suwarso Budi Winarno menyampaikan bahwa berdasarkan pemetaan, terdapat tiga kategori penyebab pernikahan anak, yaitu:
1. Pergaulan berisiko pada anak – termasuk kurangnya peran pengasuhan orang tua.
2. Faktor ekonomi – keterbatasan ekonomi keluarga.
3. Faktor budaya – tradisi dan norma sosial yang masih menganggap wajar perkawinan anak.
“Keluarga harus memiliki ketahanan keluarga untuk mendukung anak dalam masa transisi remaja menuju dewasa. Dengan pengasuhan yang kuat, anak tidak mudah terjerumus dalam pergaulan berisiko maupun perkawinan dini,” tegasnya.
---
Pameran Seni “Break The Chain”
Selain diskusi, acara ini juga dirangkai dengan pameran seni yang menampilkan karya visual seniman muda dari Movement Arts Community. Melalui poster, ilustrasi, dan instalasi kreatif, pameran ini menghadirkan pesan kuat tentang perjuangan anak-anak dalam melawan keterbatasan serta harapan untuk membangun masa depan tanpa perkawinan dini.
---
Kolaborasi untuk Generasi Emas
Kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor – pemerintah, komunitas, pendidik, dunia seni, hingga masyarakat luas – untuk bersama-sama memutus mata rantai perkawinan anak.
Acara ini juga sekaligus menjadi ruang dialog yang menginspirasi serta membuka kesadaran publik bahwa pencegahan pernikahan anak adalah investasi besar bagi terwujudnya Generasi Emas 2045.
---
Tentang Penyelenggara:
Acara ini diselenggarakan oleh Movement Arts Community (MAC) berkolaborasi dengan DP3APPKB Kota Cirebon serta didukung oleh Gramedia, Paham Perempuan, Passtel Studio.
Penulis:
Suwarso Budi Winarno, AP, M.Si.
Kepala DP3APPKB Kota Cirebon
31 Agustus 2026
Lantik Direksi Perumda Air Minum, Wali Kota Minta Pelayanan Publik Jadi Prioritas
31 Agustus 2026
HUT ke-105 RSD Gunung Jati, Wali Kota Tekankan Disiplin dan Keselamatan Pasien
29 Agustus 2026
Wali Kota Hadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026
28 Agustus 2026
Urus Berbagai Layanan dalam Satu Lokasi, MPP Kota Cirebon Permudah Warga
28 Agustus 2026
Merdeka yang Dirasakan, Pelayanan Publik Jadi Bagian dari Makna Kemerdekaan di Kota Cirebon
Bagikan Berita ini ke: